Sabtu, 27 Maret 2010

Buku merah

Aku kenal dia sejak kecil, banyak yang tak kuingat, awal jumpa aku tak kenal? Goblok
Lama kelamaan yo kenal, mulai main bersama, kelas 4 baru aku sadari kecantikannya, dia adalah sosok yang emboh salah nulis
Pagi yang cerah plus indah
Jenengku k-wox raja telat di sekolah, tiap hari aku telat dan selalu saja ada guru sentimen memberiku hukuman yang susah bin berat tapi hari ini adalah hari yang lain dari biasanya karena aku gak telat bangun seperti biasanya, mungkin juga karena memang aku ingin sekali gak telat masuak sekolah paling enggak sekali dalam hidup,
"mbok...!!" tiap hari aku selalu menggerutu karena gak pernah dibangunin, "please deh mom sekali kali luangkan waktu untuk sekedar say hai pada anakmu yang ganteng ini" tapi seperti biasanya ibuku seperti tidak memperdulikan anak satu satunya ini, dia sedang sibuk mempersiapkan sarapan untuk bapak tapi kali ini aku lebih cerewet dari biasanya
"opo seh koen iku" kata ibuku dengan lembut agak sinis, ibuku orang paling sabar sedunia, jarang marah hanya main pukul saja
"aku lagi mutung" jawabku kemudian padahal ibuku sudah gak ada disitu tapi aku merasa harus jawab biarpun ibu dengar atau nggak,
Setelah semua beres aku langsung nongkrong di halte cinta, halte yang lebih sering dipake buat pacaran "pagh boz" aku ucapkan salam Pada halte salah satu kebiasaan anehku bicara pada benda mati, padahal jam 6 pagi tapi aku merasa nyaman dengan udaranya "pagi sayang" tiba2 ada suara yang sangat aku kenal, emmes, diwaktu yang sama bis yang aku tunggu udah datang dan dengan secepat kilat langsung aku lari dan masuk ke bis, lagian aku takut ma emmes yang agak stress padahal kalau mau sedikit merawat tubuh dia akan sangat wah, "karcis2" suara pak kondektor bis aku kaget setengah ereksi disambar bidadari, aku gak nggowo duwit rek pantes wae aneh banget perasaan "maaf bos gak bawa duit lupa, saya turun sini aja kan belum jauh" turun dari bis aku cuma bisa senyum2 sendiri, edan
Kebetulan tdtangga lewat dan tetep telat, beruntung telat 5 menit saja yang hampir mirip gak telat karena guru belum masuk kelas walau tetep push up 20 kali di pos satham, gak ada sambutan yang seaneh hari itu, "wox's muleh yoh" ajak suara yang tak begitu kuhiraukan, kemudian temen sebangku "wox ayo pingdol" setelah semua perjuanganku bangun pagi, emmes, gak bawa duit, push up kok malah kompak mau bolos, tiba2 wali kelas kami yang cantik dan pokok cakep masuk dan "karena ada rapat maka kalian dipulangkan mendadak untuk belajar di rumah" semua pada heboh "aaarrrggghhh..." trus kata bu guru lagi "tapi harus langsung pulang ke rumah masing2" apes tenan
Seperti biasa aku nongkrong nang pom bensin nunggu tumpangan ke terminal, jek lagi 10 menit banyak pak polisi yang datang dan menangkap anak2 yang dipikirnya bolos, "pak enek rapat pak" kilah salah satu temen menjelaskan yang pasti tak bakal digubris oleh patung hukum ini, lari saja pikirku dan akupun langsung tertunggang langgang menghilang di gang, 15 minute kemudian aku kembali ke terminal, pasti polisinya dah pergi dan teman2 gak jadi diangkut pak cik, padahal tadi ada yang sudah dinaikkan ke truk, hari yang melelahkan dan sampainya di rumah banyak soal dari emak yang harus dijawab soak pulang gasikku
"gurune lagi males ngajar"

Tidak ada komentar:

Posting Komentar