Sabtu, 27 Maret 2010

Buku merah

Aku sudah janji dan aku juga sudah sampai, sudah terlambat kalau mau berubah pikiran, lagian aku belum pernah keluar sebelumnya pada malam tahun baru, padahal kalau aku putuskan di rumah saja aku bisa nonton film yang aku pengen banget sekali saja melihat itu film apalagi bisa nonton sama wani, "kawox's" teriak someone yang sangat aku kenal suaranya, "sutina...??" aku memastikan sambil setengah berteriak, kemudian sutina menghampiri aku yang dari tadi duduk di halte depan sekolah, "seneng banget nongkrong disini! gak pengen masuk aja? temenmu dah kumpul tuh" seperti setengah mengusir, "aku dari tadi nungguin kamu" aku iseng aja godain dia dan dia pun cuman tersenyum, hidungnya yang anu dan bibirnya yang..,, andai dia jadi pacarku...
"ngeliatin apaan sih??" tanpa sadar aku terpaku melihat wajahnya yang cantik, "kamu cantik" aku keceplosan, tak disangka dia tersipu malu dan akupun jadi ge er, "maaf ya" dia duduk agak jauh dariku menghadap arah yang berlawanan denganku yang menghadap jalan sambil melihat orang lewat yang tambah ramai, 10 menit kemudian dia memecah keheningan antara kami "kamu mau gak lihat pergantian tahun berdua denganku saja?" aku kaget dan langsung menoleh pada suti dan dia hanya tertunduk, mungkin malu pikirku, dan aku memastikan keanehan yang terjadi sekarang ini "bukannya kamu pacaran dengan feri!!" dan bersamaan dengan aku berhenti bertanya dia malah bertanya lagi seperti dia tidak berusaha mendengarkan kata kataku "kamu mau gak?" katanya tapi tanpa menoleh sama sekali "tapi" kataku lagi yang dibarengi dengan kata2 suti yang berikutnya yang berkesan dia tak mau tahu apa kataku "baiklah aku tunggu disini" aku jadi bingung maksudnya dan dengan sikapnya yang sekarang dan tiba tiba ini,
"aku kan sayang kamu" dan kata2 yang terakhir ini sungguh membuatku kaget setengah mati dan kelihatan tak ada tanda2 suti bercanda walaupun tidak menoleh sama sekali. Inilah kesempatanku pikirku yang sudah merasa yakin yang biasanya takut sama cewek, atau dia pengen bercinta semalam saja hehe, pikiranku jadi gak karuan, aku menarik nafas panjang menyiapkan mental fisik dan sutra kemudian dia bicara lagi "kamu kesini dong" kali ini suaranya semakin buat aku terangsang dan langsung aku nekat berputar dan duduk di sebelahnya, dan dia kelihatan kaget sekali, ah mungkin dia gugup pikirku dan kuberanikan diri pegang kedua tangannya, dia pun semakin gugup apa dan langsung kuserang hendak kukecup bibirnya dan tak terduga "plak..!" tangan suti yang halus itu mendarat di pipiku, aku jadi bingung dan kaget dan gak sempat berkata apa2 suti sudah berlari masuk ke area sekolah, aku bener2 bingung dan terdiam apa sih maunya tuh cewek, apakah aku terlalu agresif atau apa entah karena setelah itu dia sama sekali gak mau bicara denganku,
Malam itu adalah malam yang paling kukenang pertama kali ditampar cewek tanpa alasan ataukah ada alasannya tapi tak tahu kenapa aku gak marah, kulihat dia masih sama feri dan feripun kelihatan marah juga denganku terlihat dari caranya dan teman temannya padaku bersikap, baru setelah 2 minggu 2 hari 15 jam 60 menit dan 2 detik kemudian aku ketahui dari temennya tina kalau ternyata di malam itu sutina sedang telpon dengan feri dan katanya aku yang memang mesum ini hendak menciumnya, oh ternyata salah paham rek busyet tapi aku lega dan cukup senang karena malam itu aku sangat hampir mencium bibir tina hahahahaha

Tidak ada komentar:

Posting Komentar